Sunday, April 10, 2011

SMA Nusa Bangsa di Desa Jampang Buka Ekskul Silat


SMA nusa Bangsa yang ada dibilangan Desa Jampang merupakan sekolah ke tiga yang membuka ekskul silat sebagai bagian dari ektifitas resmi sekolah. Pembukaan ekskul silat ini disupport oleh program Kampoeng Silat Jampang dengan mendatangkan guru silat dan dan biaya operasional pelatihan.

Ekskul SIlat di SMA Nusa Bangsa diharapkan meramaiakan warga Desa Jampang Parung Bogor dalam mempe;lajari silat sebagai jati diri bangsa. Ari Winarko Pelatih Perguruan Perisai Diri sangat antusias dalam memulai ekskul silat ini.

foto : ilustrasi

Saturday, April 2, 2011

Lagu Abang Jampang, Karya Benyamin S


Masih ingat lagu mashur karya Benyamin S (Alm) tentang Abang Jampang? Silakan nikmati lirik lagu ini. Lagu ini juga bisa dinikmatidengan klk "play" di banner di atas kiri blog ini...

Selamat menikmati.


Abang Jampang

kepiting menjapit kerang
kerang dijapit ke lobang batu
pasang kuping biar terang
nih, kenalin si jampang jagoan nomor satu

abang jampang
terkenal si jago dulu
kumis melintang
cambangnye tebel dade bebulu

abang jampang
juga terkenal jago betawi
jenggot dikepang
selendang kaen celananya pangsi

abang jampang
jadi jago belon kesaingan
banteng ame macan
bang jampang punya tandingan

sekali waktu
abang jampang lawan centeng
centeng ditenteng
dilemparin nyangsrang di genteng *)


abang jampang
terkenal si jago dulu
sayang abang jampang
di mane warung ngutang melulu *)

Si Jampang : Benyamin S

Friday, March 25, 2011

Anak Anda Belajar Silat?


Orang tua yang berlatih silat tak langsung berarti keluarga dan anaknya berlatih silat. Memang tidak semua orang tua pesilat mau mengajari anaknya bersilat. bahkan banyak guru besar silat tak diikuti oleh anaknya dalam mendalami ilmu silat.

Selain tak mudah mengajari anak sendiri silat, biasanya kita memang harus bersabar dan menjadi contoh yang akan membuat sang anak suka atau tak suka kepada silat. Maka upaya kita anak kita mau dan senang berlatih silat harus diperjuangkan.

Silat Sebagai Ekstrakurikuler Sekolah


Siapa bilang silat sulit masuk sekolahan. Silat adlah jenis latihan yang digemari pihak sekolah karena akan mendukung sekolah dan guru mendapatan karakter anak didik yang santun, lemah lembut, disiplin, berprestasi dan sehat.

Latihan silat sebagai sebuah kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang resmi dapat dikembangkan dengan menampilkan pelatihan silat yg metodis dan dengan merubah kurikulum asli menjadi kurikulum khushs anak didik.

Biasanya sekolah akan lebih senang jika muridnya mendapat prestasi silat, oleh sebab itu perguruan dapat mengembangkan bebagai model festival agar murud murid dapat menujukkan hasil belajarnya.

Kelincahan Dalam Silat


Silat meltih diri kita agar dapat mengatur langkah kita dengan cermat, cepat dan tepat. Maka kelincahan pesilat adalah suatu yang mudah terlihat pada sekali dua kali gerak. Terkadang pesilat harus menyerang dan menghindar dengan cepat bahkan melompat tinggi atau melesat bagi kilat.
Lompatan pesilat dilatih dengan cermat agar dia tetap dalam posisi aman dan mudah melakukan manuver gerak selanjutnya.

Silat Untuk Anak-anak


Mengajari Silat untuk anak-anak kita bukan saja henya memberi kemampuan oleh raga dan membela diri. Lebih jauh dari itu silat melatih pembangunan karakter yang lembut, disiplin, pengasih, berjiwa pembelajar, santun sekaligus berani mengambil keputusan, berjiwa kesatria, cekatan dan tahan terhadap cobaan.

Silat adalah karakter building yang penuh makna. Anak yang belajar silat akan akan terbangun mentalnya dan menjadi pemimpin masa depan.

Sunday, March 20, 2011

Beladiri Nusantara Sudah Ada Sejak 15.000 tahun SM


Sejak kapan beladiri Silat ada di Nusantara? Inilah pendapat Donald Frederick Draeger ( 15 April 1922 - 20 Oktober 1982), pakar seni beladiri Asia dan seorang marinir Amerika. Ia dikenal sebagai pakar beladiri karena melakukan riset mendalam serta mempelajari langsung banyak cabang beladiri jepang, korea dan Cina. Ia juga sempat menjadi koreografer perkelahian dalam berbagai film laga aksi termasuk salah satunya adalah seri James Bond, "You Only Live Twice" (1967) yang dibintangi oleh Sean Connery.

Menurut Draeger, pada masa Palaeolitik (sekitar 15.000 tahun sebelum masehi), manusia primitif di Jawa yang dikenal dengan nama pithecantropus erectus sudah mengenal tehnik perkelahian atau beladiri sederhana, yakni dengan jurus tangan kosong atau dengan kembangan memakai senjata tongkat atau batu. Drager mengemukakan teori ini dengan mengajukan temuan Tengkorak Ngandong dan Wadjak yang ditemukan bersama peralatan batu sederhana seperti kapak batu. Batu yang ditajamkan salah satu sisinya dengan cara dipecahkan satu sama lain. Kapak batu genggam ini disebutnya sebagai senjata sederhana dalam perkelahian maupun sebagai peralatan untuk keperluan lainnya, seperti berburu ataupun mengolah makanan atau baju.


Pada masa selanjut (Mesolitik dan Neolitik, 15.000 - 3.000 tahun sebelum masehi), manusia primitif di lansekap nusantara mulai mengalami kemajuan dengan memperhalus peralatan dan senjatanya. Draeger menduga, seni beladiripun sudah mengalami kemajuan dari segi jurus akibat diperhalusnya senjata kapak batu itu.

Di masa klasik Indonesia, menurut Draeger - yang juga menulis buku Javanes Silat Martial Art of Perisai Diri ini - bukti adanya seni bela diri bisa dilihat bukan saja dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Budha) melainkan juga pada pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap kuda-kuda untuk silat di candi Prambanan dan Borobudur.

Dalam bukunya Draeger menuliskan bahwa pada saat bukunya disusun (medio 1970-an) senjata dan seni beladiri silat adalah tak terpisahkan dari orang Indonesia. Silat bisa dilihat kebutuhannya bukan hanya dari sekedar olah tubuh saja, melainkan juga pada hubungan spiritual yang terkait erat dengan kebudayaan Indonesia.

Ditulis ulang dan dikutip dari beebrapa sumber